Obat-Obatan yang Sering Digunakan untuk Pasien Positif Corona – SehatQ

Corona, bukanlah sebuah nama yang asing lagi ditelinga kita. Nama ini bahkan sudah sangat akrab dengan kehidupan kita sehari-hari sejak beberapa tahun terakhir ini. Penyakit yang disebabkan oleh virus SARS Cov-2 itu sungguh sangat menakutkan bagi kebanyakan orang. Bahkan sudah sangat banyak menelan korban jiwa hingga pemerintah pun harus melakukan PSBB/PPKM dan memperketat protokol kesehatan.

Swab Test Corona

Saat ini menentukan seseorang positif Corona bisa dilakukan dengan 3 cara, yakni melalui Rapid Test, Swab Test Corona dan PCR. Khusus untuk swab test, pemeriksaan dilakukan dengan cara mengusap rongga nasofarings dan atau orofarings untuk diambil cairan yang berada didalamnya. Alat yang digunakan pun khusus yakni berupa kapas lidi produk medis. Lokasi ini dipilih, lantaran di rongga tersebut tempat awal bersarangnya virus corona sebelum masuk ke sistem pernafasan tubuh bagian dalam. Sehingga hasil yang diperoleh pun disinyalir yang lebih akurat ketimbang melakukan Rapid.

Saat ini pemeriksaan swab dapat dilakukan di berbagai faskes. Namun tentunya ada harga yang mesti dibayar. Nah, untuk informasi faskes yang melayani swab test, Anda bisa melihatnya di situs SehatQ.

Oia.. lantas bagaimana jika hasil swab test nya positif? Hasil positif diperoleh jika garis merah pada alat tes swab menunjukkan dua buah garis. Dan jika hal tersebut terjadi, maka orang tersebut harus segera dilakukan karantika, untuk menyelamatkan nyawanya dan orang lain yang berada disekitarnya.

Selama masa karantina, ada macam-macam obat yang harus diberikan pada penderita Corona. Diantaranya adalah;

1.   Dexamethasone

Obat-obatan pertama yang diberikan pada orang dengan positif Corona adalah Dexamethasone. Ini adalah obat antiradang yang berfungsi untuk menurunkan resiko disfungsi organ dan cedera paru-paru. Obat ini sangat direkomendasikan badan kesehatan dunia terutama bagi pasien yang menggunakan alat bantu pernafasan (ventilator).

Keefektifan obat ini cukup tinggi, hingga mampu menekan resiko kematian sebesar 30 persen (pasien dengan ventilator) dan 20 persen (pasien tanpa ventilator). Namun penggunaan obat ini pada pasien Corona yang tidak terlalu parah, dapat menjadi berbahaya, sehingga penggunaannya butuh pengawasan dari pihak rumah sakit.

Alternatif obat jika Dexametahasone tidak tersedia, namun dengan kandungan yang hampir sama adalah prednison, metilprednisolon, atau hidrokortison.

2. Favipiravir dan Merimepodib

Kedua obat ini juga biasa diberikan kepada pasien Corona yang bergejala. Baik itu favipiravir ataupun merimepodib, keduanya memiliki manfaat yang sama yakni sebagai antivirus. Namun penggunaan kedua obat ini masih dalam tahap pengujian, apakah bakal efektif untuk membunuh virus Corona atau tidak.

3. Heparin dan Enoxaparin

Penderita Corona dengan tingkat yang parah biasanya akan mengalami pembekuan darah. Nah untuk mencegah hal tersebut, pemberian obat heparin dan enoxaparin untuk pasien Corona juga sering dilakukan. Kedua jenis obat ini adalah obat untuk mengencerkan darah. Namun pemberiannya hanya boleh dilakukan pada dosis yang rendah. Akan tetapi beda cerita jika pembekuan darah sudah sangat parah, maka dosis yang diberikan pun akan lebih tinggi.

4. Azithromycin dan Levofloxacin

Kedua jenis obat ini merupakan antibiotik yang mampu melawan infeksi bakteri. Biasanya obat Azithromycin dan Levofloxacin diberikan untuk pasien dengan infeksi par atau saluran pernapasan. Karena Corona juga menyerang sistem pernafasan, maka obat ini juga bisa diberikan untuk pasien Corona.

Leave a reply "Obat-Obatan yang Sering Digunakan untuk Pasien Positif Corona – SehatQ"