Unik, Pulau ini Hanya Dihuni Oleh Para Kurcaci

tiket murah dari reservasi.comSource: yukpiknik.com

Jangan hanya penasaran dengan kata kurcaci pada judul. Memang, Pulau Lanjukang yang berada di paling luar Wilayah Indonesia bagian timur ini memang memiliki keunikan yang berbeda di bandingkan pulau-pulau yang ada di Makassar. Pasalnya, penghuni Pulau Lanjukang yang dihuni 15 keluarga memiliki ciri-ciri yang unik yakni berbadan cenderung kerdil, berbadan bungkuk dan rambut yang jarang. Menurut penduduk setempat hal ini dikarenakan incest atau pernikahan yang masih sedarah yang sudah dilakukan oleh para pendahulunya. Dilansir dari beberapa sumber, empat tahun yang lalu penduduk yang masih kecil belum mengenyam pendidikan. Semoga di tahun ini mereka sudah bisa bersekolah.

Namun, fisik mereka yang tidak sama dengan orang pada umumnya ataupun kurang mendapatkan pendidikan formal. Sikap dan perilaku mereka patutlah diancungi jempol. Meskipun hidup kekurangan mereka masih mau berbagi makanan dengan para pengunjung yang datang, dengan senang hati bercerita tentang pulaunya, sikapnya yang ramah pun mereka tunjukkan dengan cara mau berbagi toilet untuk digunakan para pelancong. Keunikannya tak hanya cukup sampai di sana. Saat malam hari mereka berbaris kemudian mengelilingi pulau.

Sejenak lupakan penduduk Pulau Lanjukang karena di Pulau sunyi dan bersih ini masih memiliki keindahan lain yang patut kamu coba. Pulau Lanjukang memiliki hamparan pasir putih dan bebas dari sampah. Gradasi warna air laut biru muda dan tua mengikuti tingkat kedalamannya. Pulau Lanjukang tempat yang cocok jika kamu ingin belajar untuk digital detox. Meskipun jauh dari smartphone kamu akan merasakan betah berlibur di Pulau Lanjukang. Bertemu dengan warganya yang ramah, duduk di pinggir pantai ditemani semilir angin dari terpaan pepohonan kelapa dan juga pisang. Selain berenang, kamu bisa snorkeling untuk melihat keindahan terumbu karang dan ikan-ikan laut. Malam harinya, sempatkan diri untuk menyantap ikan bakar dan secangkir kopi atau teh manis. Sayangnya, di malam hari tidak ada penerangan di Pulau Lanjukang. Listrik hanya menyala dari pukul 17.30 hingga 21.00 WITA itupun menggunakan genset. Fasilitas lain di sini pun masih minim, air bersih diambil dari sumur air Payau yang berada di tengah laut, penginapan untuk wisatawan juga masih belum banyak hanya ada dua buah resor semi permanen. Serta masih belum ada dermaga untuk kapal yang berukuran besar.

Pulau Lanjukang memiliki nama lain Lanyukang atau Laccukang. Dua nama ini berasal dari kata ‘Lanjutkan’ karena Pulau ini sering dijadikan tempat peristirahatan oleh para nelayan saat akan berangkat atau pulang melaut.

Untuk menuju ke Pulau Lanjukang, jika dari luar Makassar terlebih dulu kamu harus menggunakan pesawat tujuan Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin. Kamu bisa mendapatkan tiket murah dari reservasi.com dengan memasukkan kode promo tertentu. Dari Kota Makassar ke Pulau Lanjukang jaraknya 40 kilometer dapat ditempuh dalam waktu tiga jam. Dari Bandara lanjutkan perjalanan dengan menggunakan angkutan umum atau taksi menuju Pelabuhan Paotere. Dari Pelabuhan Paotere, kamu harus menyewa kapal milik penduduk setempat dengan tarif sebesar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta dengan kapasitas mencapai 20 orang. Untuk menghemat anggaran, kamu bisa sharecost dengan pelancong lainnya. Sehari sebelum keberangkatan, sebaiknya kamu memesan perahu terlebih dahulu dan membayar uang muka. Jangan lupa lakukan kemampuan kamu untuk bernegosiasi! Di Pelabuhan atau Pelelangan Ikan Pataore yang berada di Jalan Yossudarso terdapat juga perahu kecil yang hanya bisa memuat 10 orang. Dengan menggunakan perahu kecil kamu dapat berlayar ke Pulau Lanjukang hanya dengan membayar Rp20.000 per orang. Hanya saja kamu akan kepanasan karena perahunya tanpa atap.

Sebelum menuju Pulau Lanjukang, kamu bisa terlebih dulu singgah ke Pulau Lumu-Lumu. Dari pelabuhan ke Pulau Lumu-Lumu memakan waktu satu jam. Di pulau tersebut dihuni oleh banyak penduduk dan sudah ada listrik. Pulau Lumu-Lumu pun tak kalah indahnya dengan Pulau Lanjukang. Anak kecil di Pulau Lumu-lumu bahkan sudah mahir berenang. Konon, penduduk setempat sudah melatih anak-anaknya berenang saat usianya satu tahun.

Jika kamu hendak menginap di Pulau Lanjukang jangan lupa membawa lotion anti nyamuk, perlengkapan makanan, dan membawa sunblock karena terik matahari di sekitar Pulau sangat menyengat. Apalagi jika kamu akan berkemah, barang-barang di atas wajiblah dibawa. Dan jika memiliki pelampung sebaiknya bawa untuk berjaga-jaga jika menggunakan perahu kecil.

Kembali ke Kota Makassar jangan buru-buru kembali ke Kota asal. Cobalah semalam menikmati hingar bingar Kota Makassar. Kamu dapat cari hotel di Makassar dengan harga berkisar Rp200 ribu hingga Rp500 ribu untuk menghemat biaya. Nikmati kuliner malam Mie Hengki yang buka mulai pukul 7 malam hingga 12 malam. Mie Hengki berada di Jalan Nusantara No. 354. Mie Hengki merupakan olahan mie kering yang disajikan dengan irisan ayam, cumi-cumi, hati, dan jamur.

Unik, Pulau ini Hanya Dihuni Oleh Para Kurcaci | amien | 4.5